logo-besar

54c4a82bacc001237cf721332a1b4b23

Palmerah, Wartakotalive.com

Banjir adalah air hujan yang tidak terserap ke dalam tanah. Situasi itu di antaranya terjadi sebagai akibat pembangunan rumah yang dilakukan kurang memperhatikan upaya untuk menjaga kualitas lingkungan dengan menjaga resapan air.

Salah satu penyebab banjir adalah air hujan yang tidak terserap ke dalam tanah. Padahal resapan air sangat diperlukan, bukan hanya untuk mencegah banjir tetapi juga untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas air tanah. Tidak becek jika terkena air, kuat, perawatan mudah, dan terlihat rapi, itulah beberapa alasan orang menggunakan plesteran beton atau aspal pada lantai carport, halaman rumah, dan area parkir publik. Padahal, tanah yang tertutup rapat oleh material yang bersifat masif (tidak permeable), membuat daerah resapan air berkurang. Sebab beton dan aspal terbuat dari bahan kedap air, sehingga air hujan tidak dapat terserap oleh tanah.

Lama kelamaan air tanah akan semakin sulit diperoleh dan jika curah hujan yang cukup tinggi dapat menyebabkan bencana banjir. Sadar akan dampak buruk terhadap lingkungan yang mungkin terjadi, produsen bahan bangunan memberikan solusinya dengan memproduksi paving berongga. Meskipun terbuat dari bahan padat, material ini dapat menyerapkan air melalui rongga yang terdapat di bagian tengahnya.

Tidak hanya itu, bagian rongga tersebut dapat ditanami rumput. Rumput yang tumbuh, selain dapat membuat area parkir menjadi hijau, juga dapat meningkatkan kualitas udara melalui oksigen yang dihasilkan oleh rumput. Berdasarkan bahannya, paving berongga yang ada di pasar terdiri dari 2 jenis, yaitu paving beton (grass block) dan paving polietilen.

Solusi untuk mengatasi banjir adalah dengan menggunakan paving berumput yang menjadi solusi karena mampu menyerap air. Selain bisa menjaga lingkungan, digunakannya paving berumput juga mempercantik lingkungan. Karena itu sejumlah kalangan memberikan saran pemanfaatan paving berumput.

Grass Block

Grass block sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Namun kebanyakan orang menyamakan grass block dengan paving block. Hal ini tidak sepenuhnya salah, karena grass block memang salah satu jenis paving block. Bahan pembuatnya juga sama yaitu agregat berupa campuran abu batu, screening (batu kotak kecil berukuran 2-3 mm), pasir, dan semen.

Perbedaannya terletak pada bentuknya. Paving block berbentuk solid, sedangkan grass block memiliki lubang-lubang untuk tanah dan rerumputan, sehingga area yang tertutup perkerasan lebih sedikit.

Memasang grass block tidaklah sulit. Permukaan tanah yang akan dipasang grass block diratakan terlebih dahulu. Permukaan tanah yang telah rata diberi pasir, dan di atasnya dipasangi grass block. Lalu, rongga paving diisi tanah dan selanjutnya ditanami rumput. Hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti menunjukkan bahwa grass block dapat meresapkan 30-40 persen air ke dalam tanah.

Paving Polietilen

Paving yang yang terbuat dari bahan high density polyethylene (HDPE) ini relatif baru di Indonesia. Bentuk fisiknya menyerupai sarang lebah (honeycomb) berukuran 50 cm x 50 cm dan tinggi 4 cm. Untuk keperluan 1 m2 diperlukan 4 buah panel paving polietilen.

Di Indonesia, paving HDPE diageni oleh PT Atap Teduh Lestari dengan merek Guttagarden. Produsen Guttagarden yang bermarkas di Italia mengklaim bahwa paving HDPE mampu menyerapkan air hingga 90 persen. Dengan daya serap airnya yang cukup tinggi, Guttagarden, menurut Vivi dari Atap Teduh Lestari, cukup ideal untuk mencegah banjir dan menjaga keseimbangan permukaan air tanah.

Selain itu, paving Guttagarden berbahan HDPE ini mampu menahan beban hingga 150 ton/m2. Ini berarti, selain dapat digunakan sebagai lantai carport, juga cocok untuk lantai parkir publik yang high traffic.

Memasang paving Guttagarden sedikit berbeda dengan grass block. Pada paving HDPE, tanah harus digali lebih dahulu sedalam lebih kurang 31 cm. Di atas permukaan tanah diberi batu kerikil setebal 30 cm untuk high traffic, atau cukup 15-20 cm untuk pejalan kaki.

Setelah permukaan kerikil cukup rata, di atasnya diberi lapisan geotextile (lembaran kain khusus berpori) dan diikuti lapisan pasir halus setebal 5-7 mm. Terakhir, tanam rumput pada rongga yang telah diisi campuran tanah dan pupuk. */GM

Berita Kota

Sumber : Wartakota Live.com